Kompas, Sabtu, 2 November 1996
London, Jumat
Astronom-astronom Inggris menyatakan telah menemukan bukti untuk mendukung laporan tim ilmuwan Amerika Serikat tiga bulan lalu yang, berdasarkan analisis batuan meteorit dari planet tersebut di salah satu kutub Bumi, memperlihatkan indikasi kehidupan pernah ada di Mars.
Para ilmuwan Inggris itu menyebutkan sampel zat organik dari kedua meteorit memperlihatkan, jejak definitif yang kemungkinan berasal dari makhluk hidup, bahkan besar kemungkinan kehidupan masih ada saat ini somewhere di Mars.
"Kami telah mengidentifikasi meteorit kedua yang ternyata mengandung materi yang kami perikan sebagai zat organik," kata astronom Colin Pillinger dari Universitas Terbuka Inggris dalam konferensi pers hari Kamis 31 Oktober di London.
Pillinger menegaskan timnya juga telah memeriksa ulang sampel meteorit ALH-84001 yang oleh Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) disebutkan mengandung fosil mikroorganisme.
Sampel itu, kata Pillinger, mengandung isotop karbon yang sering dibentuk oleh kehidupan mikroskopis di Bumi.
"Memang sampel itu sendiri tidak definitif memastikan pernah ada kehidupan di Mars, tapi sampel-sampel tersebut cenderung redress the balance," katanya.
Perlu uji baru
Sejak NASA mengumumkan hasil penelitian yang menggemparkan itu akhir Juli lalu, sudah banyak kritik yang dialamatkan kepada para ilmuwan yang mendukungnya. Ilmuwan-ilmuwan tadi kemudian berusaha mencari bukti-bukti yang memperteguh kesimpulan tim NASA. Namun ketika batuan tua itu diuji kembali, mereka dikejutkan oleh pengumuman NASA bahwa sampel organik pada ALH84001 kemungkinan sudah dihapus oleh bakteri-bakteri yang "asli" penghuni Bumi.
Pillinger dengan pengumumannya pekan ini merevitalisasi harapan astronom mencari petunjuk adanya kehidupan di Mars di masa nun lalu.
"Dalam konteks geologi, temuan kami terbaru ini memberi kesempatan baru untuk menemukan kehidupan ternyata masih diproteksi di planet tetangga kita terde-kat," kata Pillinger.
Biologiwan semacam Don Cowan dari Universitas College London mengatakan bahwa bentuk-bentuk kehidupan di Bumi ada yang bisa bertahan di dalam air mendidih atau di pedalaman perut Bumi yang tanpa udara memungkinkan anak manusia bisa menerima pendapat bahwa kehidupan bisa saja eksis di planet yang selama ini dianggap inhospitable. (Rtr/sal)
Tekan tombol BACK/KEMBALI atau: Ke Halaman Utama | Ke Daftar Artikel